Selasa, 18 September 2012

Cinta Dalam Tempurung

Kali ini aku pengen sedikit cerita tentang cinta.

Tunggu dulu, ekspetasi kalian pasti udah kemana-mana kan? Tenang, kali ini gak ada sesi galau-galauannya kok. Cinta yang pengen aku ceritain di sini bukan cinta pada lawan jenis, ataupun sesama jenis hehehe Oke, aku pengen cerita tentang cinta kita terhadap sesuatu. Bisa cinta kepada hewan peliharaan, hobi, minat, passion, atau apapun itu.

Jadi gini, kenapa aku pengen cerita tentang cinta yang satu ini? Beberapa hari yang lalu, aku sempet ngobrol dikit sama temenku. Obrolanku cukup singkat, tapi padat dan menarik. Aku kenal temenku ini sekitar enam bulanan yang lalu, bahkan aku ketemu dia baru tiga kali mungkin. Dua kali di kantin kampus, sekali di pensi SMA ku dulu. Obrolan kami cuma semalem. Aku cukup tertarik dengan topik kami malem itu. Kami ngobrol tentang kecintaan temenku itu terhadap sesuatu. Rasanya aku udah bisa nangkep overview ceritanya walaupun kami cuma ngobrol via short message service a.k.a. sms.

Temenku yang satu ini sebenernya minat banget sama yang namanya bisnis dan psikologi. Dulu sebelum dia kuliah di jurusannya yang sekarang, dia pengen banget masuk di jurusan bisnis atau psikologi itu. Sebenernya sebelum ketrima di universitasnya yang sekarang, dia udah ketrima di dua universitas dengan jurusan yang dia pengen. Terus apa masalahnya? Nah, sayangnya dia kurang didukung dan justru disaranin untuk coba snmptn dan ngambil jurusan yang sekarang dia tempuh. Selama ini dia ternyata kurang suka dan kurang ada minat untuk belajar sastra prancis di universitasnya. Kalo aku boleh bikin analogi sih ya, mungkin kayak gini analoginya. Temenku itu jatuh cinta banget sama yang namanya bisnis dan psikologi tapi dia terlanjur menikah dengan sastra prancis. Nangkep gak sama analogi ini? Bisa bayangin kan kalian? Kalian nikah sama sesuatu yang gak kalian cintai sama sekali, dan kalian harus hidup dengan hal itu. Hidup sama sesuatu yang gak pernah kalian bayangin bakal jadi temen hidup kalian. Rasanya pasti tersiksa banget dan gak ada nikmat-nikmatnya kan?

Solusinya? Ada dua solusi, I told her,"kamu harus belajar mencintai sesuatu yang gak kamu cintai sama sekali" atau "kamu berani berjuang demi sesuatu yang kamu cintai itu". Emang, ngomong itu gampang, tapi aku juga tahu kalo hal ini emang gak mudah dan sangat sulit buat diwujud nyatakan. Aku berharap dia mau nglakuin yang kedua sih, kenapa? Berdasarkan pengalamanku, "do something that i love is better than love something that i do". Selama ini sih aku selalu nyaman melakukan apa yang aku cintai ketimbang aku harus mencintai apa yang aku lakukan. Mungkin ini terdengar egois, tapi ya inilah prinsipku. Selama aku gak ngrepotin dan nyakitin orang lain, rasanya fine fine aja. Temenku ini juga bilang. "everyone deserves to get everything that can make them happy as long as it doesn't bother or hurt someone else". Bener juga kan kata temenku? Kita berhak kok atas kebahagiaan kita, termasuk cinta kita mungkin. Tentu saja cinta dalam bentuk apapun.

Nah, apa hubungannya sama cinta cinta tadi? Temenku bilang, kenapa hal ini bisa sampai terjadi, katanya karena dulu dia belum cukup berani untuk berjuang buat apa yang dia pengen ataupun yang dia cintai, yaitu bisnis dan psikologi. Dampaknya, dia sekarang harus hidup dengan sesuatu yang sama sekali gak dia cintai. 

Cinta, apapun bentuknya, gak akan datang sendiri tanpa kita mau berjuang untuk mewujudkannya. Kalo kita suka sama sesuatu, cinta sama sesuatu, do something to get it. Never ever give up to make your dreams come true. Emang kadang butuh keberanian untuk bisa melakukan yang seharusnya kita lakukan demi cinta itu. Ada yang bilang kan kalo cinta itu butuh pengorbanan?hehe Mungkin ini ada benernya juga kali ya...

Jangan pernah nyerah untuk menggapai mimpi dan cintamu...
Sekecil apapun itu.
sesimpel apapun itu, bila itu emang berarti buat kamu, perjuangakanlah! :D

"Everyone deserves to get everything that can make them happy as long as it doesn't bother and hurt someone elese"- seorang teman




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar