Senin, 02 Juli 2012

Hanya Sebuah Cerita (?)



Sepertinya hari baru akan segera tiba. Entah hanya perasaanku saja atau memang seperti itu adanya. Memang, dalam hatiku selalu kudambakan hari baru tiba, hari baru yang datang menawarkan sejuta cerita untuk ditelusuri. Cerita, ya cerita. Selalu ada cerita dibalik semua suasana dan kisah yang mengiringi perjalanan hidup kita.


Ketika aku masih kecil, sering kakekku menceritakan berbagai cerita kepadaku sebelum aku tidur. Cerita si kancil yang legendaries itu, cerita pewayangan, sampai tak jarang cerita-cerita mistis. Semua cerita yang selalu ingin kudengarkan sebelum kuakhiri hariku dengan menutup mata. Saat aku mendengarkan sebuah cerita, aku merasa sangat menikmati cerita itu. Seolah aku ingin terlibat dan mengambil peran dalam setiap bagian cerita yang kudengarkan. Aku ingin menjadi tokoh utama yang ada di cerita-cerita itu. Tokoh utama yang selalu menjadi pemenang di akhir cerita, tokoh utama yang membunub naga raksasa, tokoh utama yang hidup bahagia selamanya, tokoh utama yang membuat para penikmat ceritanya terkesan oleh kisah hidupnya.



Bila hidup ini diibaratkan dengan selembar kertas putih. Aku ingin hari-hariku tercatat di kertas itu. Setiap kisah, cerita, suka, duka, tercatat di sebuah lembaran kehidupan. Sebuah lembar kehidupan yang kelak saat aku tak sanggup lagi menghiasi kertas putih itu, aku bisa membacanya dan menikmati ceritaku. Cerita tentang hidupku, cerita tentang semua orang di sekitarku. Cerita yang akan aku nikmati sebelum aku menutup hariku. Seperti halnya ketika aku masih tak mengerti persoalan hidup yang membungkus setiap cerita anak manusia.


Semakin hari, akan semakin bertambah lembaran cerita hidup kita. Setiap manusia memiliki cerita yang berbeda. Kalaupun sama, pasti akan ada perbedaan diantaranya. Cerita hidup bukanlah dongeng si kancil ataupun cinderella. Cerita hidup adalah catatan pergolakan hidup manusia. Endingnya tak selalu berakhir indah seperti dalam cerita-cerita fantasi. Endingnya juga tak dapat diprediksi seperti halnya dongeng kancil yang pasti bisa ditebak. Cerita hidup manusia, tak akan ada yang tahu bagaimana akhirnya dan kapan berhentinya.


Semua goresan tinta dalam hidup ini seharusnya memiliki makna bagi penulisnya. Syukur bisa memberi makna bagi orang lain yang membacanya atau bagi mereka yang ikut terlibat dalam cerita hidup si empunya. Hidup ini bukan beban dan bukan panggung sandiwara menurut pemahamanku. Memang kita memainkan peran dalam dunia ini. Akan tetapi, diri kita sendirinlah yang mengatur sebagaia apa kita dalam cerita ini. Bisa menjadi stage manager dan sutradara sekaligus lakon dalam hidup ini. “Dia” yang transedens, yang kita kenal dengan “Tuhan” adalah produser yang memberi kita kebebabsan untuk menyelesaikan cerita kita.



Cerita hidup kita…
Cerita orang-orang di sekitar kita…
Cerita segala macam upaya anak manusia mengalahkan permasalahan dunia…





Hanya sebuah cerita?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar