Jumat, 20 April 2012

Akuntansi: Sebuah Studi Tentang Masa Lalu


Pernah denger yang namanya galau akademis? Sedikit asing kali ya karena istilah galau yang marak muncul di kalangan remaja berusia 15 tahun sampai 21 tahun pasti berhubungan dengan sesuatu yang berkaitan dengan masalah hati atau asmara. Nah, galau akademis hampir mirip sebenernya dengan galau-galau yang popular di kalangan abg dewasa ini. Faktor pembeda dari galau akademis adalah, dasar permasalahan yang menyebabkan hal ini terjadi bersumber dari hal-hal yang berbau akademis, bukan cinta ataupun asmara, dan kali ini bisa dibilang aku terjangkit oleh penyakit mematikan yang satu ini. Galau Akademis, ya, galau akademis….

Galau akademis….

Sekedar informasi saja, aku adalah mahasiswa yang baru menempuh semester kedua dalam dunia perkuliahan. Aku mengambil jurusan akuntansi di sebuah universitas negeri di kotaku, Yogyakarata. Dulu waktu masih SMA, aku memang sangat ingin menuntut ilmu disini(ilmu kok dituntut?salah apa dia?). Oke, back on track. Akuntansi merupakan pilihanku karena dulu aku memiliki ketertarikan dan minat yang besar di cabang ilmu itu, selain itu, bukannya bermaksud untuk memegahkan diri, aku memang dikaruniai bakat di bidang satu yang itu. Dari latar belakang itulah kemudian aku putuskan untuk memasuki jurusan akuntansi di universitasku sekarang ini.

Awal mula memasuki dunia perkuliahan, semuanya berjalan biasa aja, nothing special. Akuntansi yang aku pelajari di semester satu kemarin masih sama seperti materi yang aku pelajari saat aku duduk di bangku SMA dulu. Sampai akhirnya semuanya bermuara di detik ini. Belakangan ini, aku selalu mempertanyakan, ngapain aku masuk akuntansi? Ngapain kop masuk akuntansi???

Oke, akhir-akhir ini aku bisa dibilang kehilangan arah dan tujuan kenapa aku masuk akuntansi. Yang terjadi pada diriku sekarang ini adalah, aku lebih tertarik pada hal-hal yang berbau sosial kemasyarakatan dan hal tulis-menulis. Kenapa aku gak masuk jurusan sosiologi aja? Komunikasi mungkin? Atau masuk jurusan satra Indonesia mungkin? Itu semua berlarian di otakku, pertanyaan yang selalu memburuku, ngapain masuk akuntansi kop???

Aku mencoba menarik benang merah tentag akuntansi dan diriku. Sadar tidak sadar, akuntansi adalah studi tentang masa lau. Gak percaya? Oke, aku kasih overview singkat tentang keterkaitan ini. Dalam akuntansi, kita sebenernya ngapain sih? Selama ini yang aku tahu, akuntansi itu merupakan proses penyajian sebuah laporan keuangan berdasarkan pada periode masa lalu atau periode yang sudah berlalu. Akuntansi mencatat transaksi di masa lampau, membuat jurnal, posting, buku besar, sampai ke penyajian laporan keuangan, semuanya berdasarkan pada kejadian masa lampau.

Lantas apa hubungannya akuntansi yang aku tangkap seperti itu dengan hidupku yang seperti ini? Seperti yang aku jelaskan tadi, akuntansi berusaha menyediakan laporan keuangan yang berlandaskan pada kejadian masa lampau untuk bahan pertimbangan pengambilan keputusan di masa depan. Sekali lagi, berdasarkan kejadian masa lampau sebagai pertimbangan pengambilan keputusan di masa mendatang.

Menurutku, ini sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Banyak kejadian di masa lalu dalam hidup kita, entah itu baik maupun buruk. Semuanya itu kita catat dalam kenangan kita. Sebenernya kembali ke kita juga sih, apakah kejadian-kejadian itu mau kita biarkan berlalu begitu saja atau akan kita jadikan bahan sebagai “laporan keuangan” kita untuk bahan pertimbangan mengambil keputusan di masa depan? Seperti akuntansi, kejadian di masa lalu kita yang ceria maupun nestapa seharusnya bisa menjadi bahan bagi kita untuk berefleksi dan berkaca diri tentang kondisi kita selama ini. Refleksi yang terjadi pasti berdasarkan kejadian masa lampau bukan? Nah, setelah bisa berefleksi dan berkaca diri tentang hidup kita, dari sini lah seharusnya kita berpijak untuk melangkah. Tentu sebelumnya harus ada evaluasi yang menyeluruh tentang semua apa yang telah kita lakukan. Berdasarkan pada refleksi tadi, kemudian kita dapat menyusun, hal-hal apa saja yang harus kita lakukan dan kita hindari supaya kehidupan kita menjadi jauh lebih baik. Setuju??

Perenungan tadi, tentang akuntansi, sebuah studi tentang masa lalu. Sangat erat bukan dengan kehidupan kita? Ada kejadian di maa lalu, kita refleksikan, dan kita tindak lanjuti. Ini memberikan aku semacam guide line untuk bertindak dalam hidupku. Apa yang terjadi dalam hidupku, baik suka maupun duka, harus aku refleksikan, dan kemudian dari refleksi tadi, harus ada tindak nyataku untuk hidup yang lebih baik.

Galau akademis tadi menutunku pada sebuah perenungan. Apa yang bisa aku dapat untuk hidupku sebagai bekal hidup diluar hal-hal akademis. Aku menemukan analogi di atas seperti yang sudah aku uraikan. Hampir sama seperti tulisanku tentang asal-usul nama “kopi” yang melekat pada diriku. Bidang studi yang aku ambil juga menjadi alarm bagiku untuk bertindak dalam hidupku. Kalau nama yang melekat padaku memberikan peringatan bahwa hidup tidak selamanya manis. Sekarang, studi yang aku ambil ini menjadi alarm bagiku bahwa aku harus berkaca dari kejadian masa lalu untuk mengambil tindakan apa yang harus dilakukan di masa depan….

Bagaimana dengan kalian? Sudahkah kalian menemukan bekal hidup kalian memalui studi kalian? Tentu saja bekal yang aku maksud di sini adalah bekal di luar hal akademis, walaupun itu terkandung dalam hal akademis….


Selamat merenungkan, berefleksi, dan beraksi….









8 komentar: