Senin, 19 Maret 2012

"Gojekan Tadi Malam"

Tadi malam saya dan beberapa teman,sebut saja murti, nandi, beny, dan jati mampir ke sebuah warung burjo sekedar untuk nongkrong dan menghabiskan waktu. Banyak hal-hal yang tidak masuk akal yang kami bicarakan di sana. Mulai kenangan tentang "Prek Jawaban Asu" yang sudah menjadi legenda di almamater kami dulu, lalu tentang Diponegoro, tentang gebetan dan pacar masing-masing, sampai ke mantan, kemudian muncul juga diskusi tentang beny yang lagi kranjingan snsd --a Banyak hal aneh yang kami pertanyakan, salah satunya adalah hal lucu yang ditanyakan oleh temanku, nandi. "Penemu mesin uap siapa?" Pembaca pasti tahu kalo penemunya itu adalah James Watt(kalo gak salah sih hehehe) Tapi ada jawaban lucu yang muncul tadi malam, yaitu,"bukan saya". Salah atau benar jawaban ini?

Cukup intermezzonya....
Dalam pertemanan kami,memang sering terjadi diskusi-diskusi kecil yang unik tapi memiliki makna yang mendalam. Akhir-akhir bisa dibilang saya merasa aneh dan muak dengan hidup saya. Sering saya bertanya pada diri saya sendiri,knp hidupku jadi gini ya??? Tetap saja,keluhan ini saya sampaikan dengan cara gojeg disambi misuh-misuh yang gojeg juga. Teman- teman menanggapi dengan reaksi yang berbeda, ada yang menyemangati dan ada juga yang malah nge-"bully" hahahaha

Sampai akhirnya ada sebuah kata yang tercipta tadi malam, SKENARIO!!!!!!
Siapa yang membuat sekenario hidup macam ini?Jawaban bagi orang yang beragama(saya yakin saya dan teman-teman saya termasuk di golongan orang yang beragama itu hehe) pasti, Tuhan, ya Tuhan...Jangan tanyakan dulu siapa dan apa itu Tuhan karena setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang Tuhan. Kembali ke masalah skenario tadi. Skenario macam apa yang sebenarnya sedang saya mainkan di dunia ini dan sekenario macam apa yang Tuhan rancang bagi saya?Tiba-tiba seneng,tahu-tahu jadi menderita sengasara. Mungkin kalo skenario ini dibikin sinetron bisa bikin mak-mak di komplek perumahan nangis tujuh hari tujuh malam dan membuat para penghujat sinetron semakin meng-imani kebenciannya pada sinetron.

Lantas setelah tahu kalo semua ini skenario yang gak boleh dibaca dulu sama artisnya, harus ngapain dong artisnya biar bisa paham sama skenarionya? Harus deket-deket sama si pembuat skenario kali ya...

Hidup memang misteri, gak seru dong kalo udah tahu masa depan. Kalo kata Romo Dwiko, "Hidup memang bukan sesuatu sebagaimana kita pikirkan, Tetapi sesuatu sebagaiman kita hayati". Jadi, gimana kita bisa menghayati skenario yang telah kita mainkan selama ini untuk menjadi bekal bagi skenario satu detik setelah ini, satu menit, satu jam, satu hari, bahkan satu abad esok...

Harus deket-deket sama si pembuat skenario kali ya....

3 komentar:

  1. harus deket-deket sama si pembuat skenario, supaya kalo ga bisa berperan dengan baik, tau harus galau dan minta petunjuk kemana :)

    BalasHapus
  2. cerdas :) bener banget mbaknyaaa,maksih buat komennya hahaha :D

    BalasHapus
  3. nggak ada skenario kop.. kalaupun ada ya kamu pembuatnya..

    BalasHapus