Jumat, 30 Maret 2012

Menangkapmu

Rutinitasku dimulai. Rutinitasku, bukan seperti rutinitasku lainnya. Rutinitasku, yang kunikmati dan kuharapkan kedatangannya sekaligus aku hindari. Entah kenapa ada sesuatu yang sedikit menyenangkan sekaligus menyakitkan saat kulakukan rutinitasku. Saat aku mencari-cari dan mencoba menangkap sinyal gerak dari tubuhmu. Mencoba menggunakan segala indera yang ku punya untuk merasakan kehadiranmu diantara kehadiran yang lain.

Melihatmu, menangkap gerakmu dan mencoba memperhatikanmu dari sebuah sudut sempit dari hatimu yang tak kan mungkin kau tahu.

Kehadiran itu menyenangan, saat ku tahu ku bisa melihatmu walau kau tak melihatku. Mungkin seperti kau tak melihat perasaanku. Ah, tak apa, asal aku bisa perhatikan gerakmu dari tempatku...

Hari ini kulakukan lagi aktifitas itu, yang menyenangkan dan menyebalkan itu. Beberapa hari kita tak bertemu, melihatmu pun akhir-akhir juga tidak,. Kau tahu? Sebenarnya ada rindu. Hari ini aku mencoba mencari gerakmu yang terselip di ratusan manusia yang lain, dan gotcha!! Aku menangkapmu. Sebenarnya tak berani kuperhatikan dirimu lama-lama, hanya sekilas aku mencuri kesempatan untuk melihatmu dari sudutku dan kupalingkan lagi pandanganku pada yang lain. Begitu seterusnya kulakukan hingga sore ini, sore dimana aku merasa sangat rindu padamu dan kuputuskan menuangkan semuanya di sini, berharap kau membacanya dan mengerti.Semoga.......

Setelah kejadian sore di tempat itu, yang pernah kutulis dalam ceritaku sebelumnya. Jujur, aku merasa takut bila bertemu atau melihatmu.Aku takut perasaan itu muncul lagi dan mengacaukan semuanya. Aku takut bila saat melihatmu, rasa perih itu datang lagi, tapi aku sangat ingin melihatmu dan menangkap gerakmu walau hanya sekejap dalam pelupuk mataku….



-suatu sore di kesunyian di antara keramaian...

Selasa, 27 Maret 2012

Kosong dan Isi


kosong dan isi, sedikit perdebatan dengan teman saya....

Apabila ada sebuah gelas yang berisi air sebanyak setengah ukuran gelas. Apakah kita akan menyebutnya setengah kosong atau setengah isi?

Namun, apabila gelas itu berisi air sebanyak setengah gelas....

Setengah kosong berarti isi bukan?
akan tetapi, apakah setengah isi pasti kosong?

kita umpamakan ada sebuah gelas, gelas A berisi air dan gelas B kosong....

sedikit merenung, mari....

Gelas A, gelas A itu terisi air....
Berarti gelas itu kosong, kosong terhadap ruang untuk air..
Gelas B, gelas B itu kosong, tak terisi air...
Berarti gelas itu terisi oleh ruang untuk air...

kosong dan isi?Mungkin anda pernah mendengar kalimat ini, kosong adalah isi dan isi adalah kosong....


saya pun masih tidak menemukan jawaban tentang permasalahan kosong dan isi ini.....

Senin, 26 Maret 2012

Senja di Grha Sabha Pramana


Senja itu biasanya aku lalui sendiri atau bersama teman-temanku. Duduk merenung, bercanda, dan terkadang berdiskusi di antara keramaian orang yang juga turut mengantar sang matari sembunyi di garis cakrawala. Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada. Pada sore hari, tempat itu pasti ramai dengan aktifitas manusia. Banyak dari mereka yang berolah raga, bermain bersama peliharaanya, atau sekedar melepas penat di sore hari setalah menjalankan rutinitas seharian sambil memandang langit senja, seperti yang sering aku lakukan bersama teman-temanku atau sendiri. Di sana sering kuhabiskan waktu hanya untuk memandangi langit. Entah kenapa ini sudah menjadi semacam hobi baru untukku, duduk di tangga Grha Sabha Permana pada sore hari untuk sekedar memandang langit jingga dan berdiskusi dengan alam. Tentang hidup, tentang berbagai pertanyaan yang sampai sekarang pun belum kutemukan jawabannya. Senja di Grha Sabha Pramana, sebuah tempat baru untuk memandang makna hidup dan terus mempertanyakannya……

Sore ini berbeda dengan sore-sore sebelumya. Kau menunggu sendiri, duduk di bagian barat tangga GSP itu dengan menggenggam susu kotak dan alunan musik Sebastian Bach dari handphone mu. Janji kita telah terpenuhi sore ini, untuk pertama kalinya menikmati senja di Grha Sabha Pramana, bersama.
Awal kudekati tempatmu dengan langkah yang sedikit ragu, aku juga tak tahu kenapa aku ragu, seperti belakangan ini mungkin, seperti keadaan diantara kita, aku ragu. Sore ini akan kutuntut kepastian, entah dari mulutmu atau hanya sekedar dai sorot matamu. Masih ingatkah, ada backsound yang lebih menarik dari musik yang ada di hpmu? Sayup-sayup suara marching band mengiringi obrolan kita sore itu. Tiga lagu yang kita temukan pada sore itu, tahukah kamu sebenarnya lagu itu mewakili perasaanku padamu selama ini? Mungkin kau tak tahu, dan semoga tak tahu. 

Kau menghujat seorang mbak-mbak saat kau melihatnya berlarian naik tangga dan kelelahan. Kau ingin membuktikkan kalau kau mampu naik turun tangga 10x dan tidak akan lelah, kau pun melakukannya. Aku masih ingat, saat itu hanya tinggal kita berdua. Aku hanya melihatmu melakukan olahraga kecil sore itu. Tak tega sebenarnya melihatmu naik turun tangga dengan nafas terengah-engah. Ingin aku menolong dan menemanimu untuk naik turun tangga. Namun aku lebih suka melihat dan mengamatimu saja, seperti yang selalu kulakukan selama ini, gazing.

Senja di GSP itu, aku merasa lega walaupun juga sedikit getir saat tahu apa yang kau rasakan selama ini terhadapku. Aku tahu kau tak ingin kehilangan suatu apapun atau seseorangpun. Mungkin kau lebih senang dengan hidupmu sekarang, dan mau tak mau aku juga harus ikut bahagia karena aku temanmu, bener kan? Terang-terangan kau memintaku utnuk selalu ada saat kau membutuhkanku. Ada yang bilang padaku, jangan mau jadi boneka seperti itu. Namun apa tanggapku? Aku merasa senang bila dibutuhkan oleh seseorang, setidaknya aku di”orang”kan. Karena selama ini aku juga merasakan menjadi sesuatu yang tidak dianggap. Sekarang, walaupun sakit kenyataan yang kuterima, tapi masih ada kegembiraanku saat aku bersamamu, setidaknya aku masih bisa memandangi dan mengamatimu dari tempat yang terkadang kau tidak tahu. Dan aku merasa senang saat kamu membutuhkanku. Aku tak peduli apa kata orang karena yang aku tahu, aku bahagia saat bersamamu, entah bagaimana denganmu…

Mungkin kamu tahu bait yang dibawah ini, kita pernah menyusunnya bersama waktu itu….

Semoga kau tidak menjadi “mereka”…….

Minggu, 25 Maret 2012

Kalo Nggak Naik, Kayak Bom Waktu....

Ini opini saya tentang isu yang cukup panas baru-baru ini, hanya opini...

Rencana pemerintah untukmenaikkan hargaa BBM bersubsidi per 1 April 2012 besok telah menuai pro dan kontra. Berbagai aksi penolakan rencana pemerintah ini menuai banyak protes dan pertentangan karena dinilai akan semakin menyengsarakan rakyat. Selama ini harga BBM bersubsidi sebesar RP4.500,- per liter akan dinaikkan sebesar RP1.500,- per liter, atau menjadi Rp6.000,- per liter. Kenaikan harga BBM bersubsidi ini tentu akan berdampak pada naiknya harga barang dan jasa lainnya. Dalam berbagai media kita sering menyaksikan banyaknya aksi demonstrasi mengecam rencana pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi. Bahkan tidak jarang aksi demonstrasi yang digelar di jalan berakhir dengan ricuh. 

Memakai kacamata masyarakat golongan menegah ke bawah, tentu saja hal ini sangat memberatkan mereka. Ketika harga kebutuhan hidup merangkak naik namun kondisi perekonomian tetap saja kurang mendukung. Kenaikan BBM tentu saja akan semakin menyengsarakan mereka. Akan tetapi, pernahkah kita menyempatkan waktu barang sedikit saja untuk sekdear iseng, coba-coba menjadi pemerintah. Mengurus ratusan juta warga negara Indonesia dari latar belakang yang berbeda, termasuk latar belakang sosial ekonominya. Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pasti juga melalui pertimbangan yang sangat sulit.

Salah satu alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi ini adalah untuk menjaga APBN supaya tidak jebol. Pada tahun 2011, subsidi BBm sudah melampaui batas kewajaran. Tahun 2011, pemerintah menetapakan anggaran subsidi BBM sebesara Rp129,7 triliun, namun realisasinya mencapai RP160 triliun. Hal tersebut diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan naiknya harga minyak dunia yang juga terus merangkak naik. Apabila harga BBM tersebut benar akan dinaikkan, hal ini dinilai bahwa akan mambwa penghematan bagi APBN dalam subsidi BBM. 

Lantas, apa yang salah selama ini? Selama ini, BBM bersubsidi justru salah sasaran karena tidak diberikan pada kelompok masyarakat tertentu tetapi malah menjadi barang yang bisa didapatkan oleh siapa saja. Follow up dari kenaikan BBM ini, pemerintah berencana untuk menggiatkan program beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu. Kemudian juga mengintesifkan program raskin bagi masyarakat kurang mampu. Serta untuk memperbaiki sarana transportasi umum.

Jika kita mau melihat dari sisi rasionalitas konsumen, saat harga suatu barang itu tinggi, seharusnya konsumen berpikir untuk menghemat penggunaan barang itu. Namun apa yang terjadi dalam masyarakat kita? Penggunann BBM besrsubsidi justru terus meningkat. Melalui kenaikan harga BBM bersubsidi ini sebenarnya dapat digunakan oleh masyarakat utnuk berlatih berpikir secara rasinal supaya bisa menghemat penggunaan BBM ini. 


Selalu ada sisi yang baik dan buruk dalam nmengambil sebuah keputusan. Keputusan pemrintah untuk menaikkan harga BBM bersubidi memiliki sisi positf yaitu untuk menyelamatak APBN kita dari "kejebolan" dan mengalokasikan dana subsidi utnuk hal lainnya seperti untuk sektor pendidikan, infrastruktur termasuk transportasi umu dan laiinnya. Akan tetapi hal ini juga membawa dampak yang negatif bagi masyarakat gologan menegah karena hidup mereka akan semakin sulit.Begitu pula jika pemerintah mengambil keputusan utnuk tidak menaikkan harag BBM bersubsidi kita. Tentu saja rakyat tidak tambah sengsara dan hidup menjadi normal layaknya sekarang ini. Namun apa yang terjadi dengan APBN kita? APBN kita bisa jebol dan defisit negara bisa menumpuk seperti fenomena gunung es yang lama kelamaan bisa menjadi bom waktu bagi negara kita, Indonesia.

Intinya,selalu ada sisi positf dan negatif dalam pengambilan keputusan. Dan yang dilakukan adalah mengambil keputusan yang mengandung resiko paling kecil....

Lebih baik berat diawal daripada meladak dibelakang seperti jaman ORBA dulu, bangsa kita maju dengan segala macam infrastrukturnya, apa-apa murah, namu ternyata hutang yang selangit menumpuk dan menghauntui kita, bahkan anak cucu kita...

Semoga lebih baik, Indonesia, semoga....

 

Senin, 19 Maret 2012

"Gojekan Tadi Malam"

Tadi malam saya dan beberapa teman,sebut saja murti, nandi, beny, dan jati mampir ke sebuah warung burjo sekedar untuk nongkrong dan menghabiskan waktu. Banyak hal-hal yang tidak masuk akal yang kami bicarakan di sana. Mulai kenangan tentang "Prek Jawaban Asu" yang sudah menjadi legenda di almamater kami dulu, lalu tentang Diponegoro, tentang gebetan dan pacar masing-masing, sampai ke mantan, kemudian muncul juga diskusi tentang beny yang lagi kranjingan snsd --a Banyak hal aneh yang kami pertanyakan, salah satunya adalah hal lucu yang ditanyakan oleh temanku, nandi. "Penemu mesin uap siapa?" Pembaca pasti tahu kalo penemunya itu adalah James Watt(kalo gak salah sih hehehe) Tapi ada jawaban lucu yang muncul tadi malam, yaitu,"bukan saya". Salah atau benar jawaban ini?

Cukup intermezzonya....
Dalam pertemanan kami,memang sering terjadi diskusi-diskusi kecil yang unik tapi memiliki makna yang mendalam. Akhir-akhir bisa dibilang saya merasa aneh dan muak dengan hidup saya. Sering saya bertanya pada diri saya sendiri,knp hidupku jadi gini ya??? Tetap saja,keluhan ini saya sampaikan dengan cara gojeg disambi misuh-misuh yang gojeg juga. Teman- teman menanggapi dengan reaksi yang berbeda, ada yang menyemangati dan ada juga yang malah nge-"bully" hahahaha

Sampai akhirnya ada sebuah kata yang tercipta tadi malam, SKENARIO!!!!!!
Siapa yang membuat sekenario hidup macam ini?Jawaban bagi orang yang beragama(saya yakin saya dan teman-teman saya termasuk di golongan orang yang beragama itu hehe) pasti, Tuhan, ya Tuhan...Jangan tanyakan dulu siapa dan apa itu Tuhan karena setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda tentang Tuhan. Kembali ke masalah skenario tadi. Skenario macam apa yang sebenarnya sedang saya mainkan di dunia ini dan sekenario macam apa yang Tuhan rancang bagi saya?Tiba-tiba seneng,tahu-tahu jadi menderita sengasara. Mungkin kalo skenario ini dibikin sinetron bisa bikin mak-mak di komplek perumahan nangis tujuh hari tujuh malam dan membuat para penghujat sinetron semakin meng-imani kebenciannya pada sinetron.

Lantas setelah tahu kalo semua ini skenario yang gak boleh dibaca dulu sama artisnya, harus ngapain dong artisnya biar bisa paham sama skenarionya? Harus deket-deket sama si pembuat skenario kali ya...

Hidup memang misteri, gak seru dong kalo udah tahu masa depan. Kalo kata Romo Dwiko, "Hidup memang bukan sesuatu sebagaimana kita pikirkan, Tetapi sesuatu sebagaiman kita hayati". Jadi, gimana kita bisa menghayati skenario yang telah kita mainkan selama ini untuk menjadi bekal bagi skenario satu detik setelah ini, satu menit, satu jam, satu hari, bahkan satu abad esok...

Harus deket-deket sama si pembuat skenario kali ya....

Apa kabar yang di sana?

Apa kabar?
Terdengar sepele dan hanya formalitas bukan?bagi sebagian orang memang iya. Akan tetapi bagaimana dengan seseorang yang menyimpan rindu dan benar-benar ingin tahu kabar orang yang dia maksudkan? Apakah dia baik-baik saja, bagaimana hidupnya sekarang? Berharap mendengar kabar dari seseorang yang pernah memberi sedikit rasa untuknya....


Apa kabar?

Ini Sekitar Satu Tahun yang Lalu

Ini pengalaman saya...
Mungkin pembaca sudah muak dengan permasalahan di dunia ini yang sering disebut dengan "cinta". Cinta digadang-gadang adalah ciptaan Tuhan yang mampu memberikan sejuta keindahan bagi yang menerimanya. Ya, menerimanya, lalu, bila cinta itu diambil, apa yang dirasakan oleh si penerima tadi?Sebentar, diambil?Siapa yang mengambil? Tuhan? Untuk apa diambil kalau sebelumnya diberikan?Bisa kita renungkan. Mungkin bukan diambil tetapi kitalah yang tidak menjaganya,bisa jadi cinta itu kemudian hilang karena lelah menjadi sesuatu yang tidak dijaga, merasa di anak tirikan, dan semacamnya. Atau memang ada indikasi diambil?Entahlah...Kembali kepada apa yang dirasakan si penerima setelah cintanya hilang. Sakit mungkin, atau malah girang karena tak ada beban bila cinta diartikan sebagai sebuah tanggungan? Cinta memang sulit untuk didefinisikan.

Dulu, saya pernah bertemu dengan seseorang, entah siapa yang menemukan dan siapa yang ditemukan kalo kata Fahd Djibran hehehe. Pertemuan itu begitu indah bagi saya, sampai-sampai saya luangkan semua waktu saya untuk bisa bertemu dan bercengkrama dengan dia. Sebut saja orang itu "A". Semenjak saya mengenal "A", saya sadar ada dunia baru yang saya masuki. Ada sesuatu yang baru saat saya berjumpa dengan dia. Apa ini cinta?mungkin bisa dibilang seperti itu. Saat kita ingin berada di dekat seseorang tanpa alasan, saat kita ingin terus bersamanya tanpa alasan. Semenjak kami dekat, sering kami memnghabiskan waktu bersama dengan hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi ada sesuatu yang unik yang saya rasakan, entah dengan dia, apakah merasakan hal yang sama?

Banyak tempat menjadi saksi bisu pertemuan kami, khususnya di Jogja ini. Sebenernya ada satu kota lagi yang  menjadi tempat terciptanya cerita aku dan A, akan kuceritakan kota itu lain kali. Kami sering menghabiskan waktu hanya duduk di depan teras rumahnya dengan ditemani segelas sirup atau terkadang air putih hehehe oh ya,kalo si A baca, gmana kabar tante,om, dan adek sepupumu?sudah lama tak bertemu mereka. Lanjut lagi teman-teman. Di teras itu hanya duduk dan ngobrol ngalor ngidul, tapi aku suka, hanya saling terdiam kadang, tapi aku juga suka. Karena apa aku suka? Karena ada kamu di situ, entah apa yang akan kita lakukan, asal ada kamu di situ, aku suka.
Mungkin ini kali yang orang sebut dengan cinta. Suatu perasaan diman kita merasa nyaman, bahagia, dan tak bosan-bosannya berada di dekat seseorang. Semuanya begitu indah dahulu.